Kaidah Bahasa Typongky ( Bahasa Gaul ala Congky )

 

bahasa gaul

Laho wakan-wakan!!! Paa bakar? Kiab-kiab jaa  nak?

Hayo? Pada ngerti gak??? Nyaihihihihi. Gue bisa bayangin wajah lu yang pusing bacanya jadi kayak gini :

Jadi bahasa pembukaan gue tadi itu gue sebut bahasa gaul “Typongky”, alias bahasa typo si congky. Ide awalnya sih dari seringnya gue typo ngetik. Maklum gue ngetwit pakai gigi, kalau gigi udah pegel-pegel rentan amat tuh buat typo.

Gue udah nyoba pakai bahasa ini di twitter gue dan ternyata follower gue banyak yang paham walaupun pas nyoba masih gak sesuai dengan EBTYD (Ejaan Bahasa Typo Congky Yang Disempurnakan).

Nah biar temen-temen juga bisa nyoba pakai bahasa ini gue bakal ngasih beberapa kaidah bahasa Typonky . Check this out Fro!!!!

  1. Untuk kata yang terdiri dari satu suku kata dengan duahuruf saja seperti “ga”, “ia”, “ya” maka penulisannya tetap.
  2. Untuk satu suku kata yang terdiri atas satu huruf vokal yang diapit dua konsonan seperti “kan”, “dan”, dan “pas”, maka kedua huruf konsonan ditukar menjadi “nak”, “nad”, dan “sap”. ( Catatan : “ng” juga  dianggap sebagai satu konsonan. Tong menjadi ngot)
  3. Untuk kata dengan dua suku kata yang diawali huruf konsonan dan dilanjutkan dua vokal seperti “gue”, “mau” atau “dia” maka huruf konsonan dipindah ke tengah menjadi “uge”,  “amu”, dan “ida”.
  4. Untuk dua suku kata yang terdiri atas satu konsonan yang diapit dua vokal maka konsonan diletakkan di awal. Sebagai contoh kata “aja”, “ada”, dan “asu” menjadi “jaa”, “daa” dan “sau”.
  5. untuk dua suku kata yang terdiri atas dua vokal dan dua konsonan maka dua huruf konsonan ditukar. Contohnya “sapa” dan “tawa” menjadi “pasa” dan “Wata”.
  6. Untuk dua suku kata dengan dua vokal dan dua konsonan namun vokal di awal seperti “aduh” dan “adon” maka huruf konsonan kedua disimpan ke awal menjadi “dauh” dan “daon”
  7. Untuk dua suku kata yang terdiri atas dua vokal yang diapit dua konsonan seperti “daun” dan “kaum” maka huruf vokal kedua ditaruh di awal menjadi “adun”, dan “akum”.
  8. Untuk dua suku kata yang terdiri atas tiga konsonan dan dua bokal seperti “bukan” dan “mungkin”, maka dua huruf konsonan pertama ditukar sedangkan konsonan di akhir tetap menjadi “kuban” dan “ngumkin”
  9. Untuk tiga suku kata yang terdiri atas tiga konsonan dan tiga vokal maka konsan pertama dan konsonan ketiga ditukar. Misalnya “pahala” dan “merasa” menjadi “lahapa” dan “serama”.
  10. Apabila tiga suku kata diakiri konsonan seperti pada “selamat” dan “sekarat” maka yang ditukar tetap konsonan satu dan tiga dan konsonan di akhir tetap menjadi “melasat” dan “rekasat”
  11. Kalimat dengan tiga suku kata seperti “bencana”, “mencoba” maka menjadi “nencaba” dan “bencoma”.
  12. gabungan dua vokal seperti “ai” “au” dan sejenisnya pada kata dengan dua suku kata atau lebih dianggap sebagai satu vokal. Misalnya “santai” menjadi “tansai” (sesuai kaidah nomor 5), “meracau” menjadi “ceramau” (kaidah nomor 7).
  13. Nama orang/tempat/ dan sebagainya tidak dapat diubah dengan semua kaidah di atas. Juki tetap juki, congky tetap congky.

Daji nimaga? Hudas tengermi sahaba Typongky? Melasat bencoma!!! Ngajan pula moken hay.

 

Keterangan : bila ada kaidah tambahan akan di tweet di akun gue @pocongpinky

(YM)