GUE, JOKOWI, OBAMA, DAN PERCAKAPAN PANJANG DI ISTANA

Orang-orang pada heboh soal “Juki di istana” waktu gue posting foto bersama Pak Jokowi dan Obama. Untuk menjawab semua pertanyaan di sosmed gue, berikut ini gue ceritain kronologi bagaimana bisa gue diajak nongkrong di istana.

 

lndscape

Jumat, 30 Juni 2017

Gue baru aja balik ke kosan setelah beberapa hari pulang ke rumah buat ngerayain lebaran. Setelah melalui hari-hari panjang dengan pertanyaan monoton seputar kuliah akhirnya gue bisa mendarat di atas kasur yang nyaman.

Setelah berbaring sebentar gue memutuskan untuk menyeduh mie instan. Ya, udah berhari-hari gue gak menyentuh mie instan. Walaupun tiap lebaran disajiin opor ayam atau semur daging tetap aja gue ngerasa ada yang kurang. Jadilah gue siang itu makan mie instan sambil buka youtube nonton Rando beli apartemen.

Di saat itulah pintu kost gue tiba-tiba diketok. Gue udah sedikit khawatir, soalnya itu tanggal 30, udah saatnya bu kost keliling nagih uang kosan. Bukannya apa, duit gue udah abis buat lebaran.

Gue intip keluar buat memastikan itu ibu kos atau bukan. Otak gue udah berpikir keras cari alasan buat nunggak bayaran kosan sampai bulan depan. Ya walaupun yang bulan lalu juga baru gue bayar setengah.

Gue sedikit shock pas liat keluar ternyata ada mas-mas berpakaian rapi dengan kacamata hitam. Badannya tegap kayak tiang listrik abis dielus perawan. Apakah mereka penagih hutang?. Perasaan gue gak punya kreditan. Atau jangan-jangan itu debt collector yang lagi nyariin Joko terus salah alamat ke kamar gue. Segala kemungkinan berputar di benak gue. Jujur gue agak khawatir.

Gue buka pintu pelan-pelan.

“Selamat siang, benar ini dengan mas Muhammad Marzuki?” tanya salah seorang mas-mas itu dengan cukup sopan. Tak seperti juru tagih kebanyakan.

“Ya, gue Juki. Ada apaan ya mas ya? Kalau soal kreditan kolor, bulan lalu udah gue lunasin kok. seriusan!”

“Kami dari istana, diminta Pak Presiden ikut dalam jamuan bersama Obama petang ini”. Dhuar!!! gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba gue diajak ke istana buat nongkrong bareng Obama.

Gue pun izin hendak mandi dan berganti dengan pakaian yang lebih rapi. Namun utusan istana tersebut malah ngelaran, gak cukup waktu katanya. Gue pun masuk sebentar, menyambar sweater biru kesayangan yang kebetulan juga belum sempat gue cuci. Gue masuk ke mobil dan mobil melaju dengan kawalan ketat di depan.

Soal undangan ini gue benar-benar gak nyangka. Soalnya gue gak terlalu deket ama Pak Jokowi maupun sama Obama. Selain sempat bersaing di pemilu 2014 yang lalu, hubungan gue dan Pak Jokowi dapat dikatakan biasa saja.

Soal Obama apalagi, gue gak pernah berhubungan sama sekali. Babeh sih pernah bilang, tanah tempat rumah obama yang di menteng itu dulunya punya engkong gue. Terus karena harganya mahal waktu itu, tanahnya dikavling ama engkong gue. Hasil jual tanahnya dibeliin tanah di sekitaran jakarta. Makanya engkong gue jadi punya tanah dimana-mana. Ya itu sih kata babeh gue. Kebenarannya belum dikomfirmasi, sama kayak kabar burung kalau nama aslinya Gajahmada itu Gaj Ahmada.

Walaupun udah dikawal polisi dan sampai diadakan penutupan jalan ternyata gue masih datang terlambat. Gue agak canggung waktu Obama menyodorkan tangan buat salaman. Pak Jokowi hanya menepuk pundak gue dari belakang sambil bilang selamat datang.

“Ini dia pemuda yang kemarin kita bicarakan lewat telepon. Sengaja saya hadirkan sesuai permintaan sampean”. begitu kira-kira ucapan pak Jokowi kepada pak Obama kalau diterjemahkan ke dalamĀ  bahasa indonesia. Gue masih gak ngerti apa yang mereka bicarakan, gue hanya cengengesan demi sopan santun.

obamajokowi

Saat berkeliling istana dengan mobil golf, Gue sempat menanyakan soal undangan yang mendadak itu. Obama malah mengeluarkan buku gue yang berjudul #BeraniGagal. Beberapa waktu yang lalu di kesenggangan waktunya setelah enggak lagi menjabat, Pak Obama sempat melihat postingan viral seputar Pak Jokowi membaca buku tersebut. Melihat judul #BeraniGagal, pak Obama mengira bahwa itu adalah buku motivasi yang luar biasa. Ia berprasangka buku itulah yang membuat pak Jokowi meraih banyak keberhasilan dalam hidupnya.

ClJxS0KUYAAOelX.jpg large

Sebagai seorang pembelajar tulen Pak Obama kemudian berusaha memesan buku itu ke Indonesia. Ia sempat terkejut mengetahui ternyata buku itu adalah buku tentang seorang aktor komik, tak seperti perkiraannya. Karena sayang dengan uang yang sudah digunakan untuk membelinya, Pak Obama kemudian membaca buku gue sampai habis dengan kemampuan memahami bahasa Indonesia yang seadanya. Hasilnya? Pak Obama terpesona. Ia begitu kagum terhadap sebuah karya yang dikemas dengan sederhana namun penuh pesan-pesan yang sangat bermanfaat. Bagian Ukinikus memahat batu untuk skripsi adalah bagian favoritnya.

obamajokowi2

Pak Obama kemudian juga membaca #BeraniBeda yang merupakan prekuel dari #BeraniGagal. Cerita tentang gue nyapres itu ternyata membuatnya tambah kagum. Obama menyayangkan kenapa gue gak terpilih, menurutnya program kerja serta visi misi gue adalah yang terbaik dalam pilpres saat itu. Pak Jokowi hanya tersenyum mendengar pujian Pak Obama ke gue.

Pak Obama juga kini kabarnya sudah mengoleksi semua buku gue. Dari Ngampus, Si Juki dan Petualangan Lulus UN, Si Juki Cari Kerja, Si Juki Komik Strip, Lika-Liku Anak Kos, Kisah Kusut Dunia Dongeng, hingga 4 volume Si Juki Seri Keroyokan yang udah terbit. Tadinya mau gue ajakin pak Obama untuk ikutan kontribusi di si Juki seri Keroyokan, namun kayaknya beliau sedang menikmati masa-masa liburan, kan ga enak di tagih2 deadline terus nantinya. Jadi gue mengurungkan niat gue tersebut.

obamajokowi3

Karena jenuh dengan pembicaraan seputar buku-buku gue Pak Jokowi kemudian mengalihkan ke topik lain yakni seputar kodok-kodok di istana yang mati dan kambingnya yang baru saja melahirkan. Saat menceritakan Kodok yang mati itu Pak Jokowi tampah begitu emosionil. Pak Obama berusaha menenangkan Pak Jokowi sambil berjanji akan membawakan Kodok Banteng Amerika atau American Bullfrog dalam kunjungannya di waktu mendatang.

Di akhir pertemuan Obama menyalami gue kembali sambil menyinggung Komik Gue jalan-jalan ke korea yang akan segera terbit. Beliau mengaku siap menyambut gue bila kelak akan berjalan-jalan di amerika. Tak lupa gue juga memberi tahu ke Pak Jokowi dan Pak Obama kalau film gue akan tayang akhir tahun nanti. Pak Jokowi mendoakan agar penonton film gue berlimpah, sedang Pak Obama minta maaf karena mungkin enggak bisa nonton dan hanya bisa nunggu downloadannya di ganool saja.

Senja mulai turun melingkupi langit Jakarta saat gue kembali diantar pulang ke kosan.

Sebuah sore yang menyenangkan untuk diceritakan.