5 Cara Mainstream Kampanye Caleg & Capres

ftrkmp

Tahun 2014 bakal jadi tahun yang seru, soalnya selain ada pesta sepakbola dunia alias
World Cup juga bakal ada pesta demokrasi, pemilihan anggota legislatif ama
pemilu presiden dan wakil presiden.

Udah pada tahu semua kan sob kalo sekarang tuh para caleg dan bakal calon presiden mulai
Tepe-tepe alias tebar pesona gitu. Dimana-mana kita bakal liat muka-muka yang itu-itu aja, dengan
slogan blablablabla berusaha mencuri hati masyarakat.

Kalau biasanya mereka lebih perhatian dengan partai masing-masing, khusus pas kampanye ini
mereka bakal sok perhatian sama rakyat, terutama rakyat kecil.
Gue jadi curiga.. Jangan-jangan kemiskinan itu sengaja di pelihara supaya bisa
dimanfaatkan untuk pencitraan pejabat-pejabat..

iuuhh

Dah ah daripada berburuk sangka,  berikut ini cara kampanye yang sering digunakan oleh caleg
atau bakal calon presiden :

1. Pasang Baliho

Gue gak habis pikir kenapa para caleg atau capres berpikiran pasang baliho itu efektif buat narik pemilih.
Kenyataannya baliho-baliho itu Cuma ngerusak pemandangan.
Mending calonnya cakep, ini fotonya sok murah senyum.
Yang ada gue malah kepikiran itu muka om-om mesum.

1

Belum lagi foto ibu-ibu yang pakai bedak tebal banget.
Gue curiga sebelum foto doi pakai bedak satu truk.
Liat agnes monica aja gue malas, apalagi yang beginian.

Selain bikin visual tata kota jadi ga bagus, poster-poster yang ditempel di
Pohon juga ngerusak Lingkungan. Belom jadi Pejabat aja udah ngerusak
Lingkungan? hih..

sampahvisual_553x768

Bahkan Makhluk Gaib juga terganggu sob..

 

2. Pasang Iklan di Web-web

Di era internet gini, website juga merupakan arena beriklan yang efektif.
Nah, kalo yang ini biasanya dilakuin ama calon presiden. Buka web ini yang nongol muka dia,
buka web itu muka dia lagi, buka web satunya muka dia juga.

Lama-lama kan bosen. Belum lagi iklannya nutupin berita / informasi yang pengen kita baca.
Musti di-close dulu. Udah gak jauh beda ama iklan-iklan “penguat” atau “pemanjang” yang ada
di blog-blog mesum.

3. Menggunakan Jasa Selebtweet

Nah yang ini nih cara yang paling baru. Sejak mewabahnya twitter dan bermunculan selebtweet
maka banyak perusahaan yang menggunakan jasa buzzer dari selebtweet.
Ini juga yang mulai di lirik oleh Para caleg atau capres.

Ya walaupun gak semua orang yang ngetweet tentang seorang capres itu dibayar,
tapi keliatan kok mana yang iklan mana yang murni dukungan.

Contoh tweet yang iklan misalnya :

Eh pak @Blablabla kok ganteng banget sih? Mau dong punya suami gitu.

Iya gitu, biasanya selebtweet di brief untuk tidak memberikan dukungan secara jelas.
cukup hanya mention akun si capres/caleg dengan tujuan followernya jadi penasaran dan cari tahu.

Jadi kalau lo pada ngeliat selebtwit yang biasanya ngetwit galau2an, terus tiba-tiba
ngetwit tentang capres, lo boleh curiga dia dibayar untuk itu. ngoehehehe…

“Jadi berapaan sist?” Ngoehehehe…

4. Kalender, Kartu Nama, Kaos, buku, dll.

Omegad! Ini nih cara paling mainstream yang udah dipake sejak jaman Firaun
nyalon jadi lurah. Gak perlu gue bahas lah.
Bahkan sampe air mineral kemasan juga ditunggangin.

3

amit-amit..

 

 

5. Ngiklan di TV

Yang kayak gini biasanya dilakukan oleh capres, terutama yang punya stasiun Televisi sendiri.
Dari sekadar ngiklan di jam-jam prime time, sampe bikin kuis-kuis boongan.
Misalnya kuis ini, ketauan banget boongannya.

 

Bahkan sampe di berita-berita pun mereka ikcol. Iklan Colongan.
Contohnya ini, program RCTI Peduli malah dimanfaatkan buat kampanye.
Nolongnya berarti pamrih banget yak..

2

Video nya :

yang paling konyol sih iklannya demokrat yang katakan tidak pada korupsi, beberapa waktu dulu.
eh malah pada korupsi yang main iklannya ngoahahahaha..

4

 

Hih padahal TV itu frekuensi yang dimiliki publik, sama halnya dengan ruang publik yang
seharusnya menjadi milik publik, bukan di privatisasi menjadi milik merek dagang atau partai politik..

iuuhh

Akhirnya gue Cuma mau kasih pesan. Buat para caleg dan capres, sadarlah bahwa apa yang kalian
lakukan dengan iklan gak akan berarti banyak. Rakyat melihat kerjamu bukan tampangmu.

Daripada menghamburkan uang buat iklan, bikin baliho, cetak kaos, mending bikin sesuatu
yang benar-benar konkrit dan menyentuh masyarakat bawah, bukan sekedar pencitraan.

Buat calon pemilih mari lebih cerdas, semakin banyak seorang calon menggelontorkan uang buat kampanye,
maka makin banyak uang yang harus ia dapatkan buat balik modal.
Inilah salah satu hal yang bakal ngebuka pintu gerbang korupsi.

(YM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *